Kamis, 23 Agustus 2018

Puisi "SURAT DARI IBU" Oleh Asrul Sani


SURAT DARI IBU
Karya : Asrul Sani


Pergi ke dunia luas, anakku sayang.
Pergi ke hidup bebas.
Selama angin masih angin buritan.
Dan matahari pagi menyinari daun-daunan.
Dalam rimba dan padang hijau.
Pergi ke laut lepas, anakku sayang.

Pergi ke alam bebas.
Selama hari belum petang.
Dan warna senja belum kemerah-merahan.
Menutup pintu waktu lampau.

Jika bayang telah pudar.
Dan elang laut pulang ke sarang.
Angin bertiup ke benua.
Tiang-tiang akan kering sendiri.
Dan nahkoda sudah tahu pedoman.

Boleh engkau datang padaku.
Kembali pulang anakku sayang.
Kembali ke balik malam.
Jika kepalamu telah rapat ke tepi.
Kita akan bercerita.
Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.



- Asrul Sani -

Puisi "MEMBUAT CINTA" Oleh Riri Sawgio


MEMBUAT CINTA
Karya : Riri Sawgio


Tatkala adam dan hawa.
Saling sapu-sapu malu.
Padahal mereka rindu.

Di tepis dari tulang dada.
Rusuknya sebelah kiri.
Mungkin saja ada.
Adam tertawa.

Seketika hawa muncul.
Membawa nafsu yang di kebiri.
Cerita cinta di paksakan.

Setan pun melawan.
Bertepuk tangan.
Ternyata empuk.
Sakit sekali katanya.

Ulalaaa...
Segera kami bertindak.
Mencari tempat.

Supaya cinta ini hidup.
Kita buatkan rumah.
Agar orang tidak tahu.
Dan mereka tertipu.

Sungguh rasa itu kejam sekali.
Namun berjibakulah.
Semoga berhikmah.

Ada cinta di tepi jalan.
Kadang terlihat.
Seolah-olah di buat.
Sampai titik-titik tidak tersirat.



Bantaian - Pesisir Selatan, 25 Mei 2018 M.
(Jum'at, 01:02 WIB)

- Riri Sawgio -


Senin, 20 Agustus 2018

Puisi "AKU" Oleh Chairil Anwar



AKU
Karya : Chairil Anwar


Kalau sampai waktuku.
Ku mau tak seorangkan merayu.
Tidak juga kau.
Tak perlu sedu sedan itu.

Aku ini binatang jalang.
Dari kumpulannya terbuang.
Biar peluru menembus kulitku.
Aku tetap meradang dan menerjang.
Luka dan bisa ku bawa berlari.

Berlari.
Hingga hilang pedih perih.
Dan aku akan lebih tidak perduli.
Aku mau hidup seribu tahun lagi.



- Chairil Anwar -

Puisi "PONDOK SAWAH" Oleh Riri Sawgio



PONDOK SAWAH
Karya : Riri Sawgio


Jauh dari alun-alun kota.
Meredup suara tamak manusia.
Sungguh amat sulit di lupakan.

Negeri nan indah...
Elok dalam pandangan mata.
Sekejap saja tidak bisa berpisah.
Berjarak dari nafas-nafas itu.

Kicauan burung sawah.
Begitulah merdu seruling biola.
Tak gentar membela tanah.
Kepadamu kami berpulang.
Pondok tanah kelahiran.

Kemana mata ini berkelana.
Hamparan hijau menguning indah.
Memanjakan suara gadis desa.
Setetes embun enggan menyapa.
Jauh dari dalam lubuk hati.
Nama sucimu tetap abadi.



Bantaian - Pesisir Selatan, 31 Juli 2018 M.
(Selasa, 04:15 WIB)

- Riri Sawgio -

Puisi "RONA MERDEKA" Oleh Riri Sawgio

RONA MERDEKA Karya : Riri Sawgio Tutup usia. Senyaring-nyaringnya. Sorak anak manusia gegap gempita. Pribumi arab tionghoa...