Senin, 03 September 2018

Pantun "ANAK MUDA" Oleh Riri Sawgio



PANTUN ANAK MUDA
Karya : Riri Sawgio


Anak muda bercerita masa.
Masa ketika dia tua.
Adik manis penari sasa.
Kalau boleh, minta nomornya.

Anak china beli pepaya.
Beli pepaya di inderapura.
Sedang marah adinda tertawa.
Melihat kanda temui ortunya.

Adik-adik bermain gundu.
Gundunya hilang di tepi sawah.
Awalnya cuma berasa rindu.
Lama-lama jadi gelisah.

Api-api unggunan kandis.
Di bakarnya malam minggu.
Makin di pandang makin manis.
Di labuh hati terbuka pintu.

Anak ayam mengekas rumput.
Rumput ranting di bilang-bilang.
Biarpun adik berbadan gendut.
Kasih abang terdorong sayang.

Galau hati berasa rindu.
Rindu nak kirim ke siapa.
Hati riang tersedu-sedu.
Dapat berita adik janda.

Kalau pergi mencari cinta.
Jangan di bilang kepada saya.
Saya sudah banyak kecewa.
Kecewa adik sudah menjanda.

Makan hati karena cinta.
Cinta di buang ke air haji.
Pergi menjauh dikau adinda.
Jangan di ganggu diri ini.

Awal bermula berjejak salam.
Pukul satu suatu malam.
Gundah hati terlanjur kalam.
Mati rasa cinta di dalam.

Aku ragu padamu tuhan.
Ragu tentang percintaan.
Oh tuhan tolong jauhkan.
Misteri cinta dalam pergerakan.

Anak muda banyak bertanya.
Kenapa pelangi indah warnanya.
Aku tidak percaya cinta.
Cinta tumbuh sendirinya.



Sungai Sirah Air Haji - Pesisir Selatan, 17 Maret 2017 M.
(Jum'at, 15:30 WIB)

- Riri Sawgio -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi "RONA MERDEKA" Oleh Riri Sawgio

RONA MERDEKA Karya : Riri Sawgio Tutup usia. Senyaring-nyaringnya. Sorak anak manusia gegap gempita. Pribumi arab tionghoa...