KETIKA MENDENGAR
TANGIS
Karya : Piek
Ardijanto Soeprijadi
Kau dengarkah tangis bocah itu sejak tadi.
Suaranya menebari desa sunyi.
Merambati bibir-bibir air sepi.
Mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali.
Ajaklah kemari kita bawa nembang gambang
seruling.
Di tepi rawa pening begini hening.
Sementara dari dangau kita menghalau gelatik
dan pipit peking.
Yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai
menguning.
Jiwanya kan terayun tembang kita.
Raganya kan terselimuti udara begini
segarnya.
Pasti sebentar saja dia pulas di sini.
Meski jarum-jarum mentari lepas menusuki
kulit bumi.
Biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu.
Sementara kita terus berlagu.
Barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang
indah.
Tentang dunianya yang sumringah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar