Minggu, 09 September 2018

Puisi "KETIKA MENDENGAR TANGIS" Oleh Piek Ardijanto Soeprijadi


KETIKA MENDENGAR TANGIS
Karya : Piek Ardijanto Soeprijadi

Kau dengarkah tangis bocah itu sejak tadi.
Suaranya menebari desa sunyi.
Merambati bibir-bibir air sepi.
Mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali.

Ajaklah kemari kita bawa nembang gambang seruling.
Di tepi rawa pening begini hening.
Sementara dari dangau kita menghalau gelatik dan pipit peking.
Yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai menguning.

Jiwanya kan terayun tembang kita.
Raganya kan terselimuti udara begini segarnya.
Pasti sebentar saja dia pulas di sini.
Meski jarum-jarum mentari lepas menusuki kulit bumi.

Biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu.
Sementara kita terus berlagu.
Barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang indah.
Tentang dunianya yang sumringah.



- Piek Ardijanto Soeprijadi -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi "RONA MERDEKA" Oleh Riri Sawgio

RONA MERDEKA Karya : Riri Sawgio Tutup usia. Senyaring-nyaringnya. Sorak anak manusia gegap gempita. Pribumi arab tionghoa...