Sabtu, 10 November 2018

SURAT UCAPAN TERIMA KASIH SEORANG PRESIDEN MAHASISWA (Ditulis : Riri Sawgio)



SURAT UCAPAN TERIMA KASIH SEORANG PRESIDEN MAHASISWA UNTUK ALMAMATER YANG MEMBESARKANNYA
Ditulis : Riri Sawgio (Presiden Mahasiswa UMSB 2017/2018 M)


Assalamu'alaikum Wr Wb.
Panjang Umur Perjuangan!
HIDUP MAHASISWA!!! 

Patah tumbuh hilang berganti. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan semuanya, yang telah bersedia untuk selalu menemani saya berjuang di jalan pengabdian di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, khususnya di kelembagaan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UMSB 2017/2018 "Kabinet Solid Berkarya".

Pada dasarnya tujuan kita hidup sebagai manusia itu selain menghamba kepada tuhan, juga adalah untuk memanusiakan manusia lainnya. Itulah sepenggal kata-kata yang sering saya ucapkan saat di minta untuk berbagi ilmu dengan adik-adik yang akan melanjutkan perjuangan saya di kemudian hari.

Genap satu tahun berjalan mungkin lebih jika di hitung bulannya di dalam kelembagaan kepengurusan BEM KM UMSB 17/18 "Kabinet Solid Berkarya" sudah barang tentu banyak perjuangan dan pengabdian yang telah kita perbuat lakukan sebagai seorang manusia terpelajar, tanpa menutupi segala hal yang telah terjadi dan tidak pada posisinya yang mungkin bagi sebagian orang akan memuji.

Tapi saya sangat yakin sekali kalau kita semua telah berjuang semaksimal mungkin, baik secara moril maupun secara materil untuk membangun dan membawa UMSB ke arah yang lebih baik lagi.

Seorang demi seorang di antara kita telah memikirkan hidup jauh ke depannya, baik untuk masa depan bangsa, daerah bahkan keluarga sendiri. Satu persatu di antara kita telah menyelesaikan studi, yang saya sendiri entah kapan pula akan melangsungkan hajat itu. Tapi sekali lagi saya tetap yakin, kalau orang-orang hebat dan orang-orang besar itu tidaklah lahir secara seketika, tapi melewati proses yang sangat panjang dan banyak rintangan serta tantangan yang selalu menekan dan mereka harus mampu melewati itu. Mengubah tantangan menjadi peluang, dan menjadikan peluang itu sebagai jalan kabaktian.

Ketika saya berkata-kata dan menjadi seorang pembicara atau narasumber diskusi terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, juga sering terucap oleh saya kalau yang membuat kita itu sukses bukan terletak pada prestasi yang telah kita torehkan. Toh berbicara prestasi itu bukan hanya persoalan angka-angka sahaja. Tapi yang menjadikan kita itu sukses, hebat, dewasa, mandiri dan berdedikasi adalah proses, sekali lagi proses dan proses itu harus kita lewati jangan di hindari, kalau di hindari maka kita sendiri yang akan rugi.

Seorang pendiri republik ini pernah berkata "Terbentur terbentur terbentuk" itu adalah kata bapak republik Indonesia (Tan Malaka) orang kita, Minangkabau asli. Seorang mahasiswa juga dia, bahkan dalam cerita riwayat hidupnya beliau tidak sempat tamat kuliah atau selasai masa studinya seperti yang di pikirkan oleh banyak orang, tapi beliau di banggakan oleh peradaban manusia, di puja-puja oleh barat dan di sanjung-sanjung oleh timur. Jadi yang membuat kita itu menjadi orang yang berhasil adalah proses itu sendiri.

Dalam berproses itu kita akan di bentur-benturkan, sehingga kita bisa terbentuk menjadi sesuatu yang bisa bernilai dan bermanfaat bagi orang lain serta bisa menjadi jawaban atas semua tantangan dan problema kehidupan yang ada.

Bulan depan (Oktober 2018 M) adalah bulan bahagia bagi sebahagian teman-teman mahasiswa kita di kampus UMSB, di mana pada bulan tersebut teman-teman kita akan di dakwakan sebagai seorang sarjana. Mungkin kalau saya secara pribadi jauh-jauh hari memikirkan hal itu, pastinya pada saat sekarang ini saya sudah menjadi seorang sarjana muda dan menjadi menejer di sebuah perusahaan besar. Tapi saya tidak dan belum butuh itu, sebab tanggungjawab saya bukan hanya kepada masa depan saya dan orangtua sahaja, tapi juga untuk masa depan anak-anak manusia pada umumnya.

Tadi saya tidak mau menyebut kata wisuda karena saya masih yakin banyak di antara teman-teman kita yang belum bahkan tidak melewati proses yang saya sebut tadi sebagai seorang mahasiswa atau kaum intelektual sejatinya. Yang mana dalam mencari kita harus mencari lagi, meskipun kita gagal dalam hal menemukan. Ingat teman, gagal bukanlah suatu keberhasilan yang tertunda. Sangat sering saya menyebut itu, karena pada dasarnya kegagalan itu adalah sebuah proses bagi kita untuk mencapai suatu keberhasilan. Saya dan kita semua pasti tidak ada yang akan setuju kalau keberhasilannya itu di tunda-tunda oleh orang lain. Maka katakan kepada diri kita, jika kita gagal akan sesuatu hal pastikan itu adalah proses. Gagal mata kuliah itu proses, ulang lagi semester depan. Dan setiap detik dari proses itu akan ada hikmahnya.

Ketika pada awal saya di dakwa sebagai seorang presiden mahasiswa di kampus UMSB, saya dulu pernah membuat banyak orang gigit jari, bahkan sampai seluruh lapisan keluarga di rumah kita ini (UMSB). Waktu itu saya membuat tulisan yang judulnya lebih kurang seperti ini "MENELISIK KAMPUS UMSB SAMPAI KE BATU NISAN (Catatan Kecil Seorang Presiden Mahasiswa Terhadap Almamaternya)" dan tulisan itu berisi banyak kritik terstruktur dan rapi yang sifatnya sangat membangun sekali menurut hemat saya. Bahkan tidak hanya pihak akademik dan pimpinan yang grogi saat membacanya, mahasiswa pun ikut serta memaki-maki.

Kali ini saya akan membuat tulisan seperti ini supaya bisa di baca oleh penerus saya di kemudian hari dan saya ingin suatu saat nanti di lain waktu adik-adik saya bertanya bagaimana kisah saya di waktu pagi. Dan jiwa saya itu akan tetap hidup dan di gilir oleh peradaban setiap anak-anak manusia yang haus akan ilmu dan cita-cita. Saya juga ingin tuh suatu saat nanti di demo oleh Riri Sawgio kecil, seperti saya dulunya demo di depan istana negara atau depan gedung wakil rakyat. Mudah-mudahan itu terwujud amin. Saya ingin melihat Sawgio-sawgio lugu dan lucu seperti tidak punya masalah dan bermasalah, yang ngomongnya seenaknya saja sama pejabat pemerintah di depan forum-forum resmi dan teriak-teriak lagi.

Nah pada saat sekarang ini sebenarnya saya cuma ingin mengucapkan terima kasih kapada segenap kepengurusan saya yang mungkin telah banyak tiada dari semua kesibukan di kampus kita, sebab dunia kerja itu kejam sekali dan di sana itu kita akan menjadi ibarat seorang kuli atau pesuruh yang jika menolak atasan akan di keluarkan dari pekerjaan. Sekarang tidak banyak lagi pengurus kabinet saya yang aktif, karena sudah punya tanggungjawab lain untuk masa depannya. Tapi saya tetap mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka-mereka yang berjuang bukan hanya untuk diri mereka secara pribadi tapi juga untuk orang lain.

Hari ini (Jum’at, 21 September 2018 M) saya masih menyandang status mahasiswa aktif di UMSB dan entah sampai kapan status itu saya sandang, tapi saya juga ingin secepatnya beralih status. Bukan status belum kawin menjadi kawin, tapi status mahasiswa saya ke tingkat di atasnya (Strata-2), insyaallah kita sama-sama berdo’a untuk masa depan kita dan masa depan umat manusia yang lebih baik.

Kemudian dalam dari pada itu, saat sekarang ini saya masih menyandang gelar sebagai seorang presiden mahasiswa di UMSB yang insyaallah kalau tidak ada marah melintang, kalau pun ada yang melintang akan kita patahkan secara bersama-sama “Terbujur lalu, terbelintang patah” dan sekali lagi mudah-mudahan sesuai rencana. Satu bulan lagi tepatnya pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 M, kita di UMSB khususnya di kelembagaan mahasiswa tertingginya akan memiliki nahkoda baru. Dan nahkoda lama sudah tahu arah, bukan wisuda tapi mengejar semester yang tertunda.

Sekalian ucapan terima kasih juga ingin saya sampaikan kepada segenap keluarga mahasiswa UMSB, baik yang aktif di organisasi kemahasiswaan dalam kampus ataupun organisasi kemahasiswaan di luar kampus dan di kepemudaan, terima kasih banyak untuk cerita perjuangannya.

Dan pesan terakhir saya kepada kawan-kawan mahasiswa dan adik-adik saya yang lain baik dari segi umur atau tingkatan perkuliahan, lewatilah proses menjadi mahasiswa itu dengan baik, dengan rasa penasaran ilmu dan dengan rasa cinta akan cita-cita. Inilah kata-kata seorang presiden mahasiswa, setiap kampus itu pasti punya dinamika dan semua kampus sudah pasti mempunyai masalah yang berbeda-beda pula. Jadikan setiap masalah yang menjumpai kita itu sebagai sekolah yang akan membuat kita akan menjadi sosok yang lebih dewasa dari pada umur yang kita punya.

Terakhir dari saya sebagai seorang presiden mahasiswa dan orang yang selalu haus akan ilmu dan rindu akan cita-cita, UMSB tidak bisa mengsukseskan masa depan dan cita-cita kalian. UMSB hanyalah satu tingkat anak tangga yang harus anda tempuh untuk melewati anak tangga berikutnya, UMSB hanya bisa menunjukan arah pergi, pulang dan melihat dunia lebih luas lagi. Kalau kita bercita-cita ingin menjadi seorang menejer perusahan, ingin menjadi seorang pegawai, tenaga ahli, kepala dinas, bupati, walikota, gubernur, atau bahkan seorang menteri dan lebih tinggi lagi dari itu sebagai seorang presiden di negeri ini, sungguh UMSB tidak bisa mewujudkan itu untuk anda-anda semua. Tapi anda-anda semualah yang akan mewujudkan itu untuk dan demi UMSB.

Ketika anda menjadi bagian dari UMSB, dan UMSB hadir dalam diri anda, pada saat itulah anda telah berikrar bahwa UMSB adalah salah satu tempat singgah bagi anda di waktu pulang nanti dan sebelum anda benar-benar berpulang.

Sampai saat ini kita semua bangga telah menjadi bagian dari UMSB.
Dan kita bangga menjadi bagian dalam bermuhammadiyah.



Pasir Sebelah - Padang 21 September 2018 M.
(Jum’at, 03:30 WIB)

- RIRI SAWGIO -
Presiden Mahasiswa UMSB 2017/2018 M.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi "RONA MERDEKA" Oleh Riri Sawgio

RONA MERDEKA Karya : Riri Sawgio Tutup usia. Senyaring-nyaringnya. Sorak anak manusia gegap gempita. Pribumi arab tionghoa...