SURAT
UCAPAN TERIMA KASIH SEORANG PRESIDEN MAHASISWA UNTUK ALMAMATER YANG MEMBESARKANNYA
Ditulis
: Riri Sawgio (Presiden Mahasiswa UMSB 2017/2018 M)
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Panjang Umur Perjuangan!
HIDUP MAHASISWA!!!
Patah
tumbuh hilang berganti. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan
semuanya, yang telah bersedia untuk selalu menemani saya berjuang di jalan
pengabdian di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, khususnya di kelembagaan
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UMSB 2017/2018 "Kabinet Solid
Berkarya".
Pada
dasarnya tujuan kita hidup sebagai manusia itu selain menghamba kepada tuhan,
juga adalah untuk memanusiakan manusia lainnya. Itulah sepenggal kata-kata yang
sering saya ucapkan saat di minta untuk berbagi ilmu dengan adik-adik yang akan
melanjutkan perjuangan saya di kemudian hari.
Genap
satu tahun berjalan mungkin lebih jika di hitung bulannya di dalam kelembagaan
kepengurusan BEM KM UMSB 17/18 "Kabinet Solid Berkarya" sudah barang
tentu banyak perjuangan dan pengabdian yang telah kita perbuat lakukan sebagai
seorang manusia terpelajar, tanpa menutupi segala hal yang telah terjadi dan
tidak pada posisinya yang mungkin bagi sebagian orang akan memuji.
Tapi
saya sangat yakin sekali kalau kita semua telah berjuang semaksimal mungkin,
baik secara moril maupun secara materil untuk membangun dan membawa UMSB ke
arah yang lebih baik lagi.
Seorang
demi seorang di antara kita telah memikirkan hidup jauh ke depannya, baik untuk
masa depan bangsa, daerah bahkan keluarga sendiri. Satu persatu di antara kita
telah menyelesaikan studi, yang saya sendiri entah kapan pula akan
melangsungkan hajat itu. Tapi sekali lagi saya tetap yakin, kalau orang-orang
hebat dan orang-orang besar itu tidaklah lahir secara seketika, tapi melewati
proses yang sangat panjang dan banyak rintangan serta tantangan yang selalu
menekan dan mereka harus mampu melewati itu. Mengubah tantangan menjadi
peluang, dan menjadikan peluang itu sebagai jalan kabaktian.
Ketika
saya berkata-kata dan menjadi seorang pembicara atau narasumber diskusi
terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, juga sering terucap oleh saya kalau
yang membuat kita itu sukses bukan terletak pada prestasi yang telah kita
torehkan. Toh berbicara prestasi itu bukan hanya persoalan angka-angka sahaja.
Tapi yang menjadikan kita itu sukses, hebat, dewasa, mandiri dan berdedikasi
adalah proses, sekali lagi proses dan proses itu harus kita lewati jangan di
hindari, kalau di hindari maka kita sendiri yang akan rugi.
Seorang
pendiri republik ini pernah berkata "Terbentur terbentur terbentuk"
itu adalah kata bapak republik Indonesia (Tan Malaka) orang kita, Minangkabau
asli. Seorang mahasiswa juga dia, bahkan dalam cerita riwayat hidupnya beliau
tidak sempat tamat kuliah atau selasai masa studinya seperti yang di pikirkan
oleh banyak orang, tapi beliau di banggakan oleh peradaban manusia, di
puja-puja oleh barat dan di sanjung-sanjung oleh timur. Jadi yang membuat kita
itu menjadi orang yang berhasil adalah proses itu sendiri.
Dalam
berproses itu kita akan di bentur-benturkan, sehingga kita bisa terbentuk
menjadi sesuatu yang bisa bernilai dan bermanfaat bagi orang lain serta bisa
menjadi jawaban atas semua tantangan dan problema kehidupan yang ada.
Bulan
depan (Oktober 2018 M) adalah bulan bahagia bagi sebahagian teman-teman
mahasiswa kita di kampus UMSB, di mana pada bulan tersebut teman-teman kita
akan di dakwakan sebagai seorang sarjana. Mungkin kalau saya secara pribadi
jauh-jauh hari memikirkan hal itu, pastinya pada saat sekarang ini saya sudah
menjadi seorang sarjana muda dan menjadi menejer di sebuah perusahaan besar.
Tapi saya tidak dan belum butuh itu, sebab tanggungjawab saya bukan hanya
kepada masa depan saya dan orangtua sahaja, tapi juga untuk masa depan
anak-anak manusia pada umumnya.
Tadi
saya tidak mau menyebut kata wisuda karena saya masih yakin banyak di antara
teman-teman kita yang belum bahkan tidak melewati proses yang saya sebut tadi
sebagai seorang mahasiswa atau kaum intelektual sejatinya. Yang mana dalam
mencari kita harus mencari lagi, meskipun kita gagal dalam hal menemukan. Ingat
teman, gagal bukanlah suatu keberhasilan yang tertunda. Sangat sering saya
menyebut itu, karena pada dasarnya kegagalan itu adalah sebuah proses bagi kita
untuk mencapai suatu keberhasilan. Saya dan kita semua pasti tidak ada yang
akan setuju kalau keberhasilannya itu di tunda-tunda oleh orang lain. Maka
katakan kepada diri kita, jika kita gagal akan sesuatu hal pastikan itu adalah
proses. Gagal mata kuliah itu proses, ulang lagi semester depan. Dan setiap
detik dari proses itu akan ada hikmahnya.
Ketika
pada awal saya di dakwa sebagai seorang presiden mahasiswa di kampus UMSB, saya
dulu pernah membuat banyak orang gigit jari, bahkan sampai seluruh lapisan
keluarga di rumah kita ini (UMSB). Waktu itu saya membuat tulisan yang judulnya
lebih kurang seperti ini "MENELISIK KAMPUS UMSB SAMPAI KE BATU NISAN (Catatan
Kecil Seorang Presiden Mahasiswa Terhadap Almamaternya)" dan tulisan itu
berisi banyak kritik terstruktur dan rapi yang sifatnya sangat membangun sekali
menurut hemat saya. Bahkan tidak hanya pihak akademik dan pimpinan yang grogi
saat membacanya, mahasiswa pun ikut serta memaki-maki.
Kali
ini saya akan membuat tulisan seperti ini supaya bisa di baca oleh penerus saya
di kemudian hari dan saya ingin suatu saat nanti di lain waktu adik-adik saya
bertanya bagaimana kisah saya di waktu pagi. Dan jiwa saya itu akan tetap hidup
dan di gilir oleh peradaban setiap anak-anak manusia yang haus akan ilmu dan
cita-cita. Saya juga ingin tuh suatu saat nanti di demo oleh Riri Sawgio kecil,
seperti saya dulunya demo di depan istana negara atau depan gedung wakil
rakyat. Mudah-mudahan itu terwujud amin. Saya ingin melihat Sawgio-sawgio lugu
dan lucu seperti tidak punya masalah dan bermasalah, yang ngomongnya seenaknya
saja sama pejabat pemerintah di depan forum-forum resmi dan teriak-teriak lagi.
Nah
pada saat sekarang ini sebenarnya saya cuma ingin mengucapkan terima kasih
kapada segenap kepengurusan saya yang mungkin telah banyak tiada dari semua
kesibukan di kampus kita, sebab dunia kerja itu kejam sekali dan di sana itu kita
akan menjadi ibarat seorang kuli atau pesuruh yang jika menolak atasan akan di
keluarkan dari pekerjaan. Sekarang tidak banyak lagi pengurus kabinet saya yang
aktif, karena sudah punya tanggungjawab lain untuk masa depannya. Tapi saya
tetap mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka-mereka yang
berjuang bukan hanya untuk diri mereka secara pribadi tapi juga untuk orang
lain.
Hari
ini (Jum’at, 21 September 2018 M) saya masih menyandang status mahasiswa aktif
di UMSB dan entah sampai kapan status itu saya sandang, tapi saya juga ingin
secepatnya beralih status. Bukan status belum kawin menjadi kawin, tapi status
mahasiswa saya ke tingkat di atasnya (Strata-2), insyaallah kita sama-sama
berdo’a untuk masa depan kita dan masa depan umat manusia yang lebih baik.
Kemudian
dalam dari pada itu, saat sekarang ini saya masih menyandang gelar sebagai
seorang presiden mahasiswa di UMSB yang insyaallah kalau tidak ada marah
melintang, kalau pun ada yang melintang akan kita patahkan secara bersama-sama
“Terbujur lalu, terbelintang patah” dan sekali lagi mudah-mudahan sesuai
rencana. Satu bulan lagi tepatnya pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 M,
kita di UMSB khususnya di kelembagaan mahasiswa tertingginya akan memiliki
nahkoda baru. Dan nahkoda lama sudah tahu arah, bukan wisuda tapi mengejar
semester yang tertunda.
Sekalian
ucapan terima kasih juga ingin saya sampaikan kepada segenap keluarga mahasiswa
UMSB, baik yang aktif di organisasi kemahasiswaan dalam kampus ataupun
organisasi kemahasiswaan di luar kampus dan di kepemudaan, terima kasih banyak
untuk cerita perjuangannya.
Dan
pesan terakhir saya kepada kawan-kawan mahasiswa dan adik-adik saya yang lain
baik dari segi umur atau tingkatan perkuliahan, lewatilah proses menjadi
mahasiswa itu dengan baik, dengan rasa penasaran ilmu dan dengan rasa cinta
akan cita-cita. Inilah kata-kata seorang presiden mahasiswa, setiap kampus itu
pasti punya dinamika dan semua kampus sudah pasti mempunyai masalah yang
berbeda-beda pula. Jadikan setiap masalah yang menjumpai kita itu sebagai
sekolah yang akan membuat kita akan menjadi sosok yang lebih dewasa dari pada
umur yang kita punya.
Terakhir
dari saya sebagai seorang presiden mahasiswa dan orang yang selalu haus akan
ilmu dan rindu akan cita-cita, UMSB tidak bisa mengsukseskan masa depan dan
cita-cita kalian. UMSB hanyalah satu tingkat anak tangga yang harus anda tempuh
untuk melewati anak tangga berikutnya, UMSB hanya bisa menunjukan arah pergi,
pulang dan melihat dunia lebih luas lagi. Kalau kita bercita-cita ingin menjadi
seorang menejer perusahan, ingin menjadi seorang pegawai, tenaga ahli, kepala
dinas, bupati, walikota, gubernur, atau bahkan seorang menteri dan lebih tinggi
lagi dari itu sebagai seorang presiden di negeri ini, sungguh UMSB tidak bisa
mewujudkan itu untuk anda-anda semua. Tapi anda-anda semualah yang akan
mewujudkan itu untuk dan demi UMSB.
Ketika
anda menjadi bagian dari UMSB, dan UMSB hadir dalam diri anda, pada saat itulah
anda telah berikrar bahwa UMSB adalah salah satu tempat singgah bagi anda di
waktu pulang nanti dan sebelum anda benar-benar berpulang.
Sampai saat ini kita semua
bangga telah menjadi bagian dari UMSB.
Dan kita bangga menjadi
bagian dalam bermuhammadiyah.
Pasir Sebelah - Padang 21
September 2018 M.
(Jum’at, 03:30 WIB)
- RIRI SAWGIO -
Presiden Mahasiswa UMSB
2017/2018 M.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar